bolu escort edirne escort zonguldak escort çankırı escort çorum escort amasya escort burdur escort bilecik escort trabzon escort ısparta escort afyon escort çanakkale escort sakarya escort çorlu escort uşak escort şile escort ayvalık escort balıkesir escort rize escort kırşehir escort karabük escort yalova escort aydın escort uşak escort kütahya escort burdur escort malatya escort ağrı escort urfa escort van escort çorum escort erzurum escort adana escort maraş escort yozgat escort giresun escort kastamonu escort artvin escort bilecik escort karabük escort karaman escort kırşehir escort manisa escort kuşadası escort çankırı escort kırklareli escort kırıkkale escort sinop escort tekirdağ escort kocaeli escort kilis escort osmaniye escort diyarbakır escort batman escort siirt escort muş escort bartın escort sivas escort sincan escort görükle escort
Optimalkan Aspek Pengawasan dan Peningkatan Mutu Penanganan Pengaduan

5

MAKASSAR - BAWAS : Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia melaksanakan Rapat Koordinasi Penanganan Pengaduan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sulawesi Selatan, 22-24 Agustus 2019. Rakor dibuka oleh Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Nugroho Setiadji.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh 124 peserta yang terdiri dari 16 Orang Hakim Tinggi dan 108 Orang Hakim Tingkat Pertama dari 4 Lingkungan Peradilan Se Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat, Nugroho dalam arahannya menekankan, Rakor digelar untuk mengoptimalkan aspek pengawasan dan peningkatan mutu dalam penanganan pengaduan.

"Rakor ini bukan hal baru. Prinsipnya kegiatan koordinasi sebenarnya melihat dan mengevaluasi, mengecek kembali apa yang sudah dilakukan, sejauh mana yang dilakukan, mungkin ada hal-hal positif yang sudah kita lakukan, bisa jadi ada juga yang belum kita lakukan." kata Nugroho.

Ketua Panitia Penyelenggara, Iswan Herwin (Plt. Inspektur Wilayah III) mengatakan, rakor diselenggarakan dengan beberapa tujuan strategis. Pertama, meningkatkan kualitas pengawasan yang dilakukan secara berjenjang dan berkala .

Kedua, membangun sinergitas yang baik antara Pengadilan Tingkat Banding dan Pertama dengan Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, fokusnya dalam hal penanganan pengaduan masyarakat.

Ketiga, mendorong Pimpinan Pengadilan mengambil langkah-langkah yang lebih aktif dalam pembinaan dan pengawasan pada satuan kerjanya masing-masing (zsu).